Berita Terbaru
BAZNAS Jateng Bagikan Bantuan Modal Usaha untuk 3.500 Mustahik Produktif
Magelang - Melalui kegiatan pembekalan dan pendistribusian di Atria Hotel Magelang, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah memberikan modal kepada 3.500 mustahik produktif di wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung pada Selasa (3/9).
Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov. Jateng, Dra. Ema Rachmawati dalam sambutannya "Kita sangat bersyukur karena sejak pandemi tahun 2020 pemberdayaan ekonomi memang digencarkan Pak Kyai selaku ketua BAZNAS Jateng, terutama bantuan untuk kemiskinan ekstrem di Jateng. Mungkin sudah 15.000 yang dilatih dan diberi bantuan modal oleh BAZNAS Jateng".
"Yang bergerak mencari mustahik itu pendamping, dimana nantinya mereka akan selalu dimonitor dan dievaluasi. Mustahik yang berhak menerima adalah fakir miskin, sebab mereka yang perlu ditingkatkan skillnya agar dapat keluar dari kemiskinan' ujar Ketua BAZNAS Jateng.
Sumber : Suara Merdeka
BERITA04/09/2024 | Humas BAZNAS Prov. Jateng
3500 Mustahik Produktif Terima Bantuan BAZNAS Provinsi Jawa Tengah
Tegal - Sebanyak 3500 mustahik produktif dari tiga daerah menerima bantuan modal dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, di Hotel Premiere Tegal, Selasa (27/8)
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, KH. Ahmad Darodji mengatakan, bantuan modal usaha telah diberikan kepada 14.500 mustahik se- Jawa Tengah. Selain mendapatkan modal, para mustahik juga mendapatkan pendampingan dari penyuluh keagamaan Kemenag setempat.
KH. Ahmad Darodji menjelaskan bantuan permodalan sebesar Rp 3 Juta dimanfaatkan para mustahik untuk merintis beberapa usaha seperti kuliner, retail, toko kelontong, konveksi dan jasa.
Sementara, Penjabat Wali Kota Tegal, Dadang Somantri mengungkapkan, bantuan yang diterima perwakilan mustahik bukan sekedar angka, melainkan sebuah kesempatan dan harapan. Dia berharap bantuan itu bisa menjadi katalisator bagi usaha yang dijalankan, memberikan dorongan yang diperlukan untuk memperluas usaha, meningkatkan produktivitas serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Sumber : Suara Merdeka
BERITA27/08/2024 | Humas BAZNAS Prov. Jateng
BAZNAS Jateng Bantu Mustahik Bangun 750 Unit RTLH Jadi Hunian Nyaman Ditinggali
Semarang - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan untuk membedah dan membangun 750 unit rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi hunian nyaman ditinggali.
Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada penerima manfaat pada saat “Pembekalan dan Pendistribusian Bantuan RTLH bagi Mustahik Program Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah”, di Hotel Candi Indah Semarang, Senin (5/8/2024). Ketua Baznas Jawa Tengah KH Ahmad Darodji menyampaikan, pembangunan atau renovasi unit rumah sebanyak tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Untuk tahap pertama akan dibedah sebanyak 150 unit rumah.
Kiai Darodji juga berpesan kepada mustahik yang menerima manfaat untuk mendoakan para muzakki, agar ke depan dana yang terkumpul semakin banyak. Dengan demikian, dana yang disalurkan juga makin banyak pula.
“Kita bersama pemerintah, tadi disampaikan dana APBD terbatas. Kita menyadari hal itu. Alhamdulillah Baznas cukup efektif dengan keberadaan dana yang diberikan kepada Baznas,” katanya.
Menurunkan Kemiskinan
Sementara itu, Kabiro Kesejahteraan Rakyat yang juga Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah, Tegoch Hadi Noegroho yang hadir mewakili Pj Gubernur Jateng, menyampaikan, bantuan RTLH Baznas sangat bermanfaat untuk mengurangi kemiskinan.
“Ini sangat luar biasa untuk mengurangi angka kemiskinan di Jawa Tengah, khususnya kemiskinan ekstrem. Jadi dengan adanya kolaborasi antara Pemprov Jawa Tengah dengan Baznas ini, kita berharap akan bisa menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah,” katanya.
Tegoch berharap, melalui kolaborasi itu bisa berjalan terus, termasuk dengan lembaga lain, seperti BUMN dan BUMD yang saat ini juga sudah bekerja sama. “Semoga kerja sama ini bisa mensejahterakan masyarakat di Jawa Tengah,” katanya
*sumber : Suara Merdeka
BERITA05/08/2024 | Humas BAZNAS Prov. Jateng
Pelatihan Boga di Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali
Boyolali - Sebanyak 130 orang dari wilayah eks Karesidenan Pekalongan dan perwakilan Ponpes se-Solo Raya mengikuti Pelatihan UMKM Usaha Boga bagi warga desa miskin ekstrem Jateng.
Kegiatan yang digelar di Asrama Haji Donohudan (AHD) Ngemplak, Boyolali itu digelas BAZNAS Probinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Mahkamah Agung.
Kegiatan digelar selama tiga hari, Sabtu-Senin (3-5/8). Pelatihan sekaligus mengantisipasi Program Makan Siang Gratis yang akan diluncurkan pemerintah. Dalam pelatihan itu, disajikan contoh menu sehat dengan anggaran RP 12,500-Rp 13,000/porsi.
Ditemui usai pembukaan acara, Ketua Muda Tata Usaha Negara Mahkamah Agung RI, Yulius mengungkapkan bahwa MA Peduli didukung 8.000 hakim se-Indonesia. Biasanya, mereka membantu korban bencana, seperti dilakukan untuk korban bencana di Lombok, Palu, Cianjur dan Jakarta.
Senada, Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Daroji menyambut positif keterlibatan MA untuk turut memberantas kemiskinan. Dia berharap, kerja sama itu bisa menular ke lembaga lainnya.
"Sebab pemberantasan kemiskinan, juga stunting adalah tanggung jawab bersama semua pihak," ujarnya.
Terkait pelatihan usaha boga tersebut, dia menyebut sudah mencakup 500 pelaku UMKM. Hingga Oktober nanti, diharapkan ada 1.000 pelaku usaha boga mendapatkan pelatihan.
*sumber : Suara Merdeka
BERITA03/08/2024 | Humas BAZNAS Prov. Jateng
BAZNAS Jateng Raih Penghargaan dari Sekda Jateng atas Partisipasi dalam Pengentasan Kemiskinan
Semarang - BAZNAS Jateng mendapatkan apresiasi dari Pemprov Jateng, terkait partisipasi BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan melalui stimulan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Penghargaan diserahkan oleh Sekda Jateng Sumarno kepada Ketua BAZNAS Jateng KH Ahmad Darodji , di Hall Pameran Atrium, Mall Ciputra Semarang, Rabu (24/7).
Dijelaskan, jika membantu terkait RTLH perlu kolaborasi dengan Disperakim. Dengan program tersebut menyebabkan jumlah rumah tak layak huni tiap tahun semakin berkurang."Setiap tahun ada program RTLH sesuai dengan kemampuan anggaran BAZNAS. Dan kalau bisa, rumah di daerah rawan bencana ada relokasi. Kepala daerah sediakan tanah, kita yang bantu buatkan rumah," tutur Kiai Darodji didampingi dengan Sekretaris BAZNAS Jateng, Ahyani.
*sumber : Suara Merdeka
BERITA29/07/2024 | Humas BAZNAS Prov. Jateng
BAZNAS Jateng Bantu Modal Usaha untuk 105 Mustahik Produktif
Ungaran - BAZNAS Provinsi Jateng memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp 330.750.000 untuk 105 mustahik produktif yang berada di Kota Semarang, Kab. Semarang dan Kota Salatiga di Ungaran, Sabtu (17/7). Setiap mustahik mendapatkan bantuan sebesar Rp 3.000.000 untuk memperbesar usahanya. Penyerahan bantuan oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor Achmad dan Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Dr. KH Ahmad Darodji di The Wujil Ungaran, Kabupaten Semarang.
Pada tahun kemarin kami launching bantuan modal untuk 3000 mustahik, namun pada tahun ini kami memberikan bantuan modal untuk 3500 mustahik . Dan harapannya dari pemberian modal ini sebagai stimulan sekaligus kedepannya dari mustahik menjadi munfik/muzaki, ucap Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah. Mustahik yang mendapatkan bantuan berasal dari Kabupaten Semarang 45 orang dengan 9 pendamping, Kota Semarang 45 orang dengan 9 pendamping, dan Kota Salatiga 15 orang dengan 3 pendamping. Mereka merupakan pengusaha bidang kuliner, retailer, laundry, menjahit, pertanian, peternakan, cuci motor, dan lain-lain.
*sumber : Suara Merdeka
BERITA29/07/2024 | Humas BAZNAS Prov. Jateng
BAZNAS Jateng Nilai Program Makan Bergizi Gratis sebagai Momentum Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Solo - Program Makan Bergizi Gratis oleh Presiden-Wapres RI terpilih, dianggap pengurus BAZNAS Jateng sebagai momentum untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Baznas Jateng berharap, program ini bisa melibatkan warga di sekitar lokasi pelaksanaannya.
"Kami perkirakan, yang untung nantinya bukan hanya anak sekolah karena mendapatkan gizi baik dan Insya Allah bebas stunting. Tapi juga mereka yang memasak dan penyedia bahan baku,” kata Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Darodji.
Baznas Jateng, menurut Ahmad, telah memaksimalkan peluang peningkatan ekonomi kerakyatan dari program Makan Bergizi Gratis itu dengan melatih ratusan mustahik dari eks Karesidenan Semarang, Surakarta dan Kedu-Banyumas.
Tujuannya supaya mereka siap dilibatkan sebagai pengolah bahan makanan dalam program tersebut.
“Ini adalah pelatihan kali ketiga. Sudah 450 peserta yang dilatih. Nantinya pelatihan boga ini kami lanjutkan ke daerah lain di Jateng. Baznas kabupaten/kota juga diharapkan ikut melaksanakannya,” jelas dia.
Para peserta, bebernya, tidak hanya dilatih memasak makanan sehat dan bergizi.
“Mereka diajarkan juga bagaimana memilih menu harian, mengetahui kadar gizi, sampai memilih tempat atau wadah makanan. Kami bahkan sudah membuat buku untuk menyusun menu, menghitung gizi dan biayanya,” urai Ketua BAZNAS Jateng
*sumber : Suara Merdeka
BERITA22/07/2024 | Humas BAZNAS Prov. Jateng

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Jawa Tengah.
Lihat Daftar Rekening →