WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS Jateng Dukung Program Balik Rantau Gratis 2026 Bersama Pemprov Jawa Tengah
BAZNAS Jateng Dukung Program Balik Rantau Gratis 2026 Bersama Pemprov Jawa Tengah
Boyolali – BAZNAS Provinsi Jawa Tengah turut mendukung pelaksanaan Program Balik Rantau Gratis 2026 yang dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, pada 28 Maret 2026. Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama BAZNAS Jateng dalam memfasilitasi masyarakat yang kembali ke kota perantauan setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman. Program Balik Rantau Gratis hadir untuk memberikan kemudahan akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat yang akan kembali bekerja maupun melanjutkan aktivitas di berbagai daerah. Kehadiran program ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban biaya perjalanan sekaligus mendukung mobilitas masyarakat pasca-Lebaran. Selain pemberangkatan di Asrama Haji Donohudan, layanan Balik Rantau Gratis juga dilaksanakan secara serentak melalui Terminal Mangkang, Kota Semarang, dan Terminal Bulupitu, Kabupaten Banyumas, sehingga mampu menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Partisipasi BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dalam program ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui program-program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diharapkan dapat terus menghadirkan inovasi pelayanan yang memudahkan masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian. Melalui Program Balik Rantau Gratis 2026, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah berharap seluruh peserta dapat kembali ke tempat perantauan dengan selamat, sehingga dapat melanjutkan aktivitas dan memberikan kontribusi terbaik bagi keluarga maupun daerah tempat mereka berkarya.
28/03/2026 | Humas BAZNAS Prov. Jateng
BAZNAS Jateng Fasilitasi Program Mudik Gratis dengan 11 Bus dari Bandung ke Jawa Tengah
BAZNAS Jateng Fasilitasi Program Mudik Gratis dengan 11 Bus dari Bandung ke Jawa Tengah
Bandung – BAZNAS Provinsi Jawa Tengah kembali menghadirkan Program Mudik Gratis 2026 dengan menyediakan 11 unit bus bagi para perantau yang akan pulang ke kampung halaman di Jawa Tengah. Pemberangkatan dilakukan pada 16 Maret 2026 dari Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Bandung, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang ingin merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga. Program ini merupakan salah satu upaya BAZNAS Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan kemudahan akses transportasi yang aman, nyaman, dan bebas biaya bagi masyarakat. Melalui penyediaan armada bus, para pemudik dapat melakukan perjalanan menuju berbagai daerah di Jawa Tengah dengan lebih tenang dan tertib. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa Program Mudik Gratis menjadi bagian dari pelayanan sosial yang dihadirkan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Selain membantu meringankan beban biaya perjalanan, program ini juga mempererat tali silaturahmi dengan memberikan kesempatan kepada para perantau untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Pelaksanaan mudik gratis ini turut melibatkan berbagai pihak sehingga proses pemberangkatan berjalan lancar dan tertib. Sinergi antarlembaga diharapkan dapat terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pada momen Ramadan dan Idulfitri. Melalui Program Mudik Gratis 2026, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah berharap seluruh pemudik dapat tiba di tujuan dengan selamat serta menikmati momen kebersamaan bersama keluarga. Semangat berbagi dan melayani diharapkan terus menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat.
16/03/2026 | Humas BAZNAS Prov. Jateng
BAZNAS Jateng Dukung Program Mudik Gratis 2026, Berangkatkan Ribuan Perantau ke Jawa Tengah
BAZNAS Jateng Dukung Program Mudik Gratis 2026, Berangkatkan Ribuan Perantau ke Jawa Tengah
Jakarta – BAZNAS Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penyelenggaraan Program Mudik Gratis 2026 yang diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 16 Maret 2026. Program ini menjadi wujud kepedulian terhadap para perantau yang ingin merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman dengan aman dan nyaman. Sebanyak 16.186 pemudik diberangkatkan menuju berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah menggunakan 325 armada bus yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah. Program ini diselenggarakan untuk membantu masyarakat memperoleh akses transportasi yang aman sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas selama arus mudik Lebaran. Partisipasi BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dalam program ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Selain mendukung aspek sosial, program mudik gratis juga menjadi bentuk pelayanan kepada masyarakat agar dapat berkumpul dengan keluarga tanpa terbebani biaya perjalanan. BAZNAS Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi sinergi yang terjalin bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Diharapkan kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk memperluas layanan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. Melalui Program Mudik Gratis 2026, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah berharap perjalanan para pemudik berlangsung lancar, selamat hingga tujuan, serta membawa kebahagiaan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri bersama keluarga tercinta.
16/03/2026 | Humas BAZNAS Prov. Jateng

Artikel Terbaru

Apakah Transfer Bank Sah untuk Berzakat?
Apakah Transfer Bank Sah untuk Berzakat?
Sebagian masyarakat masih bertanya apakah zakat yang dibayarkan melalui transfer bank memiliki nilai yang sama dengan pembayaran secara langsung. Dalam Islam, yang menjadi perhatian utama bukan metode pembayarannya, melainkan terpenuhinya syarat dan rukun zakat. Transfer bank hanyalah media untuk menyalurkan dana. Selama zakat disalurkan kepada lembaga resmi atau penerima yang berhak, serta disertai niat berzakat, maka hukumnya diperbolehkan. Rasulullah ? bersabda: "Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis tersebut menunjukkan bahwa niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk zakat. Karena itu, pembayaran melalui transfer bank tetap bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai ketentuan syariat. Di era digital, kemudahan transfer justru menjadi kesempatan untuk menunaikan zakat lebih cepat sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh para mustahik.
04/03/2026 | Humas BAZNAS Prov. Jateng
Zakat Digital dalam Perspektif Syariah
Zakat Digital dalam Perspektif Syariah
Membayar zakat kini semakin mudah. Melalui mobile banking, QRIS, maupun aplikasi digital, masyarakat dapat menunaikan zakat hanya dalam beberapa menit. Kemudahan ini sering memunculkan pertanyaan, apakah zakat digital tetap sah menurut syariat? Jawabannya adalah sah, selama seluruh ketentuan zakat telah terpenuhi, seperti harta mencapai nisab, memenuhi haul bagi jenis harta tertentu, serta disalurkan kepada lembaga atau penerima yang berhak. Perubahan hanya terjadi pada cara pembayaran, bukan pada hukum zakat itu sendiri. Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103) Ayat tersebut menjelaskan bahwa tujuan zakat adalah menyucikan harta dan jiwa. Pembayaran melalui media digital tidak mengurangi nilai ibadah selama dilakukan dengan niat yang ikhlas dan sesuai syariat. Kemajuan teknologi hendaknya menjadi kemudahan untuk menyegerakan zakat, bukan alasan untuk menunda. Dengan layanan digital, manfaat zakat juga dapat disalurkan lebih cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.
27/02/2026 | Humas BAZNAS Prov. Jateng
AI Menjawab Pertanyaan, Tetapi Hati Tetap Membutuhkan Sedekah
AI Menjawab Pertanyaan, Tetapi Hati Tetap Membutuhkan Sedekah
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. AI mampu membantu mencari informasi, menyusun tulisan, menerjemahkan bahasa, bahkan memberikan solusi atas berbagai persoalan. Namun, di balik kecanggihannya, ada satu hal yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, yaitu rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Islam mengajarkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan adalah anugerah dari Allah SWT. Teknologi dapat menjadi alat untuk memudahkan kehidupan, selama digunakan untuk tujuan yang baik. Namun, AI tetaplah sebuah sistem yang bekerja berdasarkan data dan algoritma. Ia tidak memiliki keikhlasan, kasih sayang, ataupun pahala atas kebaikan yang dilakukan. Allah SWT berfirman: "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261) Ayat tersebut mengingatkan bahwa setiap sedekah yang diberikan dengan ikhlas akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Nilai tersebut lahir dari hati manusia, bukan dari kecanggihan teknologi. AI dapat membantu kita menemukan informasi tentang zakat atau sedekah, tetapi keputusan untuk berbagi tetap berada di tangan kita. Karena itu, jadikan teknologi sebagai sarana mempermudah ibadah, bukan sebagai pengganti kepedulian. Di era digital, hati yang gemar berbagi akan selalu lebih bernilai daripada teknologi yang paling canggih sekalipun.
10/02/2026 | Humas BAZNAS Prov. Jateng

BAZNAS TV