WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS Jateng Matangkan Penyaluran Donasi Untuk Korban Bencana Sumatera
BAZNAS Jateng Matangkan Penyaluran Donasi Untuk Korban Bencana Sumatera
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah sedang mematangkan persiapan penyerahan bantuan donasi bagi korban bencana di wilayah Sumatera. Total bantuan yang akan disalurkan mencapai Rp2.184.471.895 yang dihimpun dari partisipasi BAZNAS tingkat provinsi serta kabupaten/kota di Jawa Tengah. Persiapan tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi guna memastikan proses penyaluran berjalan optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh pimpinan dan perwakilan BAZNAS Provinsi Jawa Tengah bersama lima BAZNAS kabupaten/kota, yakni BAZNAS Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Sukoharjo. Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah agenda penting, antara lain mekanisme penyaluran bantuan, pembagian peran masing-masing BAZNAS, penentuan wilayah sasaran, serta penyesuaian bentuk bantuan dengan kebutuhan masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Melalui perencanaan yang matang dan koordinasi lintas daerah, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah berharap penyerahan titipan donasi dapat berlangsung secara tertib, transparan, dan tepat sasaran. Bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya meringankan beban para korban bencana, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak di wilayah Sumatera. kontributor by Akbar Maulana Yusuf
08/01/2026 | Humas BAZNAS Prov. Jateng
Berfokus Ke Pemulihan Tempat Ibadah Dan Pendidikan Baznas Jawa Tengah Menyalurkan Donasi Sebesar 500 Juta Ke Sumatera Barat
Berfokus Ke Pemulihan Tempat Ibadah Dan Pendidikan Baznas Jawa Tengah Menyalurkan Donasi Sebesar 500 Juta Ke Sumatera Barat
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah menyalurkan amanah donasi sebesar Rp500 juta kepada Baznas Provinsi Sumatera Barat untuk mendukung pemulihan sarana pendidikan dan Pondok Harakatul Qur'an yang terdampak bencana. Penyaluran ini merupakan wujud solidaritas kemanusiaan dari masyarakat Jawa Tengah terhadap korban bencana di Sumatera Barat, dengan fokus membangkitkan kembali kehidupan melalui perbaikan fasilitas pendidikan. Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Darodji, menekankan bahwa donasi ini diharapkan mempercepat pemulihan dan kemandirian masyarakat setempat. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk rehabilitasi sarana pendidikan dan pondok pesantren, termasuk Pondok Harakatul Qur'an, guna memastikan proses belajar mengajar berlanjut dan mendukung kehidupan normal warga. Harapannya, bantuan ini membangkitkan semangat dan ekonomi umat pascabencana. kontributor by Akbar Maulana Yusuf
08/01/2026 | Humas BAZNAS Prov. Jateng
Baznas Jateng Gelar Pelatihan Tata Boga untuk Ibu-Ibu DWP Kemenag Jateng
Baznas Jateng Gelar Pelatihan Tata Boga untuk Ibu-Ibu DWP Kemenag Jateng
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan keterampilan tata boga bagi ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Jawa Tengah pada 29-30 Desember 2025 di Aula SMK Negeri Jawa Tengah, Jalan Brotojoyo, Semarang. Sebanyak 125 peserta mengikuti kegiatan selama dua hari, mempelajari pembuatan kuliner layak jual seperti pizza, abon, almond krispi, bakpao, bolen, keripik, brownies, dan es cendol. Peserta dibekali pengetahuan dari pemilihan bahan, produksi, hingga strategi pemasaran. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan dalam mengelola usaha kuliner rumahan yang produktif melalui pembekalan keterampilan memasak, pengemasan produk, hingga pengelolaan usaha sederhana. Pada pembukaan, Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji didampingi Kakanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab dan Ketua DWP Kanwil Kemenag Jateng Ade Komaria menyerahkan tanda peserta serta topi koki kepada para ibu-ibu peserta. Kegiatan ini selaras dengan program prioritas Kementerian Agama dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan peran strategis perempuan dalam ketahanan ekonomi keluarga, pelatihan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya usaha-usaha mandiri yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat. kontributor by Akbar Maulana Yusuf
08/01/2026 | Humas BAZNAS Prov. Jateng

Artikel Terbaru

Dari Genggaman Jadi Kebaikan: Sedekah di Era Cashless
Dari Genggaman Jadi Kebaikan: Sedekah di Era Cashless
Kita hidup di zaman serba digital. Dari memesan makanan, membayar transportasi, hingga belanja kebutuhan harian semuanya bisa dilakukan lewat genggaman tangan. Tapi yang lebih indah dari itu, kini bersedekah pun bisa dilakukan dengan cara yang sama mudahnya. Di era cashless society 2025, semangat berbagi tak lagi terbatas oleh jarak, waktu, atau uang tunai di dompet. Dengan fitur QR Code, mobile banking, dan aplikasi zakat digital, umat muslim bisa menyalurkan infak dan zakat dalam hitungan detik. Teknologi yang dulu dianggap sekuler, kini justru menjadi jembatan spiritual. Melalui kemudahan digital, kebaikan bisa menjangkau pelosok negeri dari mustahik di desa terpencil hingga pelajar yang membutuhkan beasiswa. Era cashless seharusnya tak membuat kita kering empati, tapi justru memperluas peluang untuk peduli. Satu klik di layar ponsel bisa berarti harapan besar bagi seseorang yang tengah berjuang. Karena di balik setiap transaksi kebaikan, ada keberkahan yang terus berputar. Rasulullah SWT bersabda: “Setiap sedekah yang kamu keluarkan akan dijaga oleh Allah hingga menjadi besar seperti gunung.” (HR. Bukhari) jateng.baznas.go.id/bayarzakat
24/10/2025 | Humas BAZNAS Prov. Jateng
Kiai Sahal Mahfudh: Mengubah Zakat dari Kedermawanan Menjadi Pemberdayaan
Kiai Sahal Mahfudh: Mengubah Zakat dari Kedermawanan Menjadi Pemberdayaan
Ketika kita berbicara tentang tokoh inspiratif di dunia zakat dan pemberdayaan umat, nama KH. MA. Sahal Mahfudh hampir tak bisa dilewatkan. Ulama besar asal Kajen, Pati, Jawa Tengah ini bukan hanya dikenal karena kealimannya dalam bidang fiqih, tetapi juga karena gagasan besarnya dalam mengubah cara pandang terhadap zakat — dari sekadar amal karitatif menjadi instrumen sosial yang berdaya guna. Dari Sedekah Konsumtif ke Zakat Produktif Kiai Sahal Mahfudh memiliki pandangan yang jauh ke depan. Di masa ketika banyak orang memaknai zakat hanya sebagai bantuan sesaat, beliau justru mengajak umat untuk melihat zakat sebagai alat pemberdayaan. Dalam salah satu pemikirannya yang tertuang dalam buku Nuansa Fiqih Sosial (2004), beliau menulis: “Zakat tidak boleh berhenti pada aspek karitatif, melainkan harus dikembangkan ke arah produktif. Zakat seharusnya dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat agar tidak terus bergantung pada bantuan.” Pemikiran ini menegaskan bahwa zakat tidak seharusnya hanya menutup kebutuhan konsumtif sesaat, tetapi harus menjadi modal awal menuju kemandirian. Pesantren Sebagai Basis Pemberdayaan Kiai Sahal tidak berhenti pada teori. Di Pesantren Maslakul Huda, Kajen, beliau membuktikan bahwa pesantren bisa menjadi pusat pemberdayaan sosial-ekonomi. Pesantren yang beliau pimpin tidak hanya mencetak ulama, tapi juga melahirkan pelaku ekonomi dan wirausahawan sosial. Program seperti koperasi pesantren, pelatihan keterampilan, dan pendampingan masyarakat menjadi bukti nyata bagaimana ilmu agama dan ekonomi dapat berjalan beriringan. Beliau pernah berpesan: “Ilmu agama harus membumi, menjawab problem sosial dan ekonomi umat. Jangan sampai pesantren hanya menjadi menara gading yang terpisah dari realitas masyarakat. Zakat Sebagai Jalan Kemandirian Bagi Kiai Sahal, zakat memiliki misi sosial yang lebih luas daripada sekadar menunaikan kewajiban. Dalam pandangannya, tujuan utama zakat adalah menegakkan keadilan dan kemandirian sosial. Beliau menulis: “Zakat harus menjadi instrumen perubahan sosial. Dengan manajemen yang baik, zakat dapat mengubah mustahik menjadi muzakki, dan inilah bentuk keberhasilan zakat yang sesungguhnya.” Pemikiran ini menginspirasi banyak lembaga zakat untuk bergeser dari pola “bantuan sesaat” menuju program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan, seperti pelatihan wirausaha, bantuan modal produktif, dan pendampingan UMKM. Warisan Pemikiran yang Terus Hidup Kini, gagasan Kiai Sahal Mahfudh terus menjadi inspirasi bagi berbagai lembaga, termasuk BAZNAS Jawa Tengah, yang berkomitmen mengelola zakat dengan semangat pemberdayaan. Program-program ekonomi umat seperti Zakat Community Development (ZCD), UMKM Bangkit, dan beasiswa produktif adalah wujud nyata dari cita-cita beliau: menjadikan zakat sebagai penggerak perubahan. Warisan Kiai Sahal tidak hanya tertulis dalam buku, tapi hidup dalam gerakan zakat yang memerdekakan. Sebagaimana pesan beliau yang selalu relevan hingga kini: “Kemandirian adalah buah dari keberagamaan yang matang. Dan zakat adalah jalannya.”
23/10/2025 | Humas BAZNAS Prov. Jateng
Self-Care yang Sejati: Saat Berbagi Jadi Terapi Jiwa
Self-Care yang Sejati: Saat Berbagi Jadi Terapi Jiwa
Di tengah kesibukan dan tekanan hidup yang kian padat di tahun 2025, istilah self-care menjadi tren yang ramai diperbincangkan. Banyak orang mencari ketenangan dengan cara berlibur, berbelanja, atau sekadar menikmati kopi di sore hari. Namun, ada bentuk self-care yang sering terlupakan yaitu berbagi. Saat kita menyalurkan infak, zakat, atau sedekah, sebenarnya kita sedang menenangkan batin dan menyembuhkan diri dari rasa gelisah yang tak terlihat. Berbagi bukan sekadar membantu orang lain, tapi juga menguatkan diri sendiri. Setiap rupiah yang kita keluarkan dengan ikhlas menjadi cara Allah menghapus beban hati, menumbuhkan rasa syukur, dan memperluas empati. Banyak penelitian psikologi modern pun mengakui, menolong orang lain bisa menurunkan stres dan meningkatkan kebahagiaan, padahal Islam sudah mengajarkan hal itu sejak berabad-abad lalu. Jadi, kalau hari ini kamu merasa lelah, cobalah self-care dengan berbagi. Tidak perlu menunggu kaya atau senggang, cukup mulai dari niat tulus dan tindakan kecil. Karena sejatinya, ketenangan jiwa bukan datang dari apa yang kita miliki, tapi dari apa yang kita ikhlaskan. Rasulullah ? bersabda: “Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan bersedekah.” (HR. Baihaqi) jateng.baznas.go.id/bayarzakat
17/10/2025 | Humas BAZNAS Prov. Jateng

BAZNAS TV